Cara merawat baterai laptop

Setiap baterai pada setiap perangkat yang membutuhkannya mempunyai batas masa pakai. Baterai charge juga tidak berbeda dengan baterai biasa yang mempunyai batas usia pakai. Pada penggunaan normal, baterai charge mempunyai usia pakai antara 250-500 siklus pengisian, bergantung pada tipe baterai yang digunakan.

Baterai Lithium-ion secara kimiawi dan juga bergantung pada suhu akan menurun kemampuannya. Segera setelah baterai keluar dari pabrik, maka saat itu pula perjalanan usia pakai baterai sudah dimulai. Jangka waktu kemampuan baterai anda juga bergantung pada seberapa baik anda merawatnya.

Selalu jaga laptop anda pada kondisi temperatur sejuk dan selalu jaga baterai pada tingkat pengisian minimal 50% atau lebih. Baterai yang berada pada suhu 40 derajat celcius dengan sinar matahari langsung akan lebih cepat rusak dibandingkan dengan baterai yang berada pada ruangan sejuk dengan temperatur 20 derajat celcius.

Sebagai contoh, andaikan anda mengisi ulang baterai, dan tidak menggunakannya, lalu anda simpan selama setahun pada suhu 40 derajat celcius, maka pada akhir tahun, daya baterai yang tersisa hanya 65%. Namun bila anda mengisi ulang hanya 40% dan disimpan selama setahun pada suhu 25 derajat celcius atau kurang, maka pada akhir tahun daya yang tersisa masih 96%!

Selalu pastikan ada perputaran udara di sekitar laptop dan hindari meletakkan laptop pada tempat yang sempit saat mengisi ulang baterai, kecuali terdapat ventilasi di sekitarnya. Hal ini harus dilakukan karena adaptor AC laptop akan melepaskan panas. Panas ini pada akhirnya akan memanaskan udara di sekitar laptop dan baterainya. Bila laptop dan baterainya anda gunakan pada kondisi panas terus menerus, maka hal ini akan sangat mempengaruhi usia pakai baterai, dan bisa jadi baterai anda hanya bisa bertahan selama 6 bulan dari kondisi baru.

Bila baterai Lithium-ion selalu disimpan dalam kondisi sejuk, baterai akan bertahan selama beberapa tahun. Bila disimpan dalam kondisi sebaliknya, baterai tidak akan bertahan lebih dari setahun. Inilah sebabnya mengapa sebagian besar pembuat baterai mengeluarkan garansi paling lama dari tiga bulan hinga satu tahun.

Baterai Laptop. Mahal! Makanya harus di awet-awet.

Untuk alasan yang sama, jangan membeli baterai cadangan untuk digunakan pada tahun depan. Baterai Lithium-ion akan langsung mengalami perhitungan usia pakai semenjak baru keluar pabrik. Jadi pastikan anda hanya membeli baterai baru pada saat anda akan langsung menggunakannya.

Bila laptop akan disimpan dalam waktu lama (6 bulan atau lebih), isi baterai (idealnya pada posisi 50% terisi atau lebih, jangan di isi dibawah 40%) lalu cabut dari laptop dan simpan di tempat yang sejuk, tapi tidak dibawah 5 derajat celcius. Langkah ini akan membantu mengurangi keausan baterai pada saat disimpan pada waktu lama.

Langkah Praktis Menghemat dan Merawat Baterai

Ada beberapa langkah praktis yang bisa anda lakukan dalam menghemat daya baterai diantaranya:

a. Kurangi kecerahan atau brightness layar hingga tingkat minimum yang masih bisa terlihat. Gunakan tombol Fn untuk mengubah brightness, atau baca buku petunjuk laptop anda.

b. Cabut perangkat yang tidak digunakan. Harddisk eksternal, CD ROM, PC Card dan perangkat eksternal lainnya mengambil daya dari baterai, bahkan bila tidak digunakan. Cabut saja bila tidak diperlukan.

c. Matikan fungsi Wireless

d. Cabut baterai bila laptop bekerja dengan AC Adaptor.

Perihal dwiarisoma
All, just for fun.. here is the place to find news and entertainment purposes only for pleasure..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: